THE JOURNEY OF A BROKENHEARTED GIRL

Tulisan kali ini berisi tentang perjalananku pulang ke Solo, Sabtu (9/5) kemaren.

Minggu ini merupakan salah satu minggu terberatku. Dihimpit oleh 2 presentasi kelompok sekaligus (Militer&Politik n Pariwisata dalam HI) membuatku cukup tertekan lahir batin. Rasanya seperti ‘mati suri’ aja (lho, emang aku pernah mati suri???) Tapi sebenernya himpitan 2 paper kelompok itu ga ada apa2nya dibandingkan himpitan emosional yang harus kutanggung.

Harus kuakui baru2 ini aku mengalami sebuah perasaan konyol yang seharusnya hanya dirasakan oleh remaja2 yang sedang puber.

Yups, aku (lagi2) patah hati.

Dan salah satu solusi terbaik untuk itu adalah dengan mendekatkan diri kepada keluarga. Kebetulan peace camp matakuliah PIM (Politik Identitas & Multikulturalisme) diundur, so mending aku manfaatin bwt pulang aja. Terkesan seperti mau melarikan diri dari masalah ya? Kalo iya, emang kenapa? Saat ini aku bener2 butuh waktu bwt “menyepi”, menenangkan diri. Dan menurutku rumah adalah tempat terbaik untuk itu. Paling ga, di rumah ga akan ada yang mengingatkanku tentang dia.

Namun, pulang ke Solo justru membuatku makin sedih. Setiap kali melihat bangunan Stasiun Tugu, ingatanku melayang ke peristiwa setahun yang lalu. Pengalaman pertamaku naik Prameks. Waktu itu aku ketakutan setengah mati coz seumur hidup belum pernah naik kereta api sebelumnya. Dan dia, yang kebetulan menemaniku di sana, berkata, “Jangan takut. Selalu ada kali pertama untuk segala sesuatu.”

Kata-kata itu terasa seperti sihir bagiku, membuatku berani untuk melanjutkan perjalanan. Bahkan sejak saat itu, setiap pulang ke Solo aku selalu memilih naik Prameks daripada naik bus.

Jam ‘raksasa’ di Stasiun Tugu menunjukkan pukul 8.15. Masih 15 menit lagi menuju keberangkatan keretanya. Tapi ternyata, Prameks-nya sudah siap sedia di jalur 5. Buru2 aku naik, biar dapet tempat duduk. Padahal niat awalnya mau beli french fries dulu, secara aku belum sarapan sama sekali. Tapi gpp deh, daripada kehabisan tempat duduk. Ga lucu kan kalo aku harus berdiri selama 45 menit cuma gara2 french fries. Trus, paling stand-nya juga belum buka secara ini masih pagi.

Ternyata Prameks yang kunaiki sekarang adalah Prameks model lama. Bukan kereta kuning lemon seperti biasanya tapi kereta putih lusuh dengan kursi model jadul, mirip dengan model tempat duduk kereta bisnis (tempat duduknya berhadap2an, bukan sejajar). Jenis Prameks yang sama seperti dengan yang kutumpangi pertama kali dulu.

Sial! Aku pun mengumpat dalam hari. Tuh kan! Jadi keingetan kenangan itu lagi.

Sial! Dan aku mengumpat sekali lagi. Kali ini bukan karena orang itu tapi karena sekarang ada seorang cewek yang berdiri di depan tempat aku duduk dengan posisi membelakangiku. Jadilah dia dengan suksesnya “mantatin” mukaku. Aaaarrrggh!

Awas aja kalo sampai kentut. Bakal aku sumpahin ga selamet 7 turunan. Becanda ding. Ga mungkin lah aku setega itu. Untunglah beberapa menit kemudian dia beranjak ke depan. Fuih! Senangnya bisa terbebas dari ancaman kena kentut orang.

Lepas dari ancaman kentut, ga menjamin aku bakal selamet dari ancaman lainnya. Dan kali ini aku justru terjebak pada pikiran2 itu lagi…

Aku sering ngalamin kegagalan (cinta?). Namun kegagalan2 itu tak lantas membuatku terpuruk coz setelah itu aku selalu belajar dari kegagalan agar kesalahan yang sama tidak terulang.

Tapi entah kenapa, kegagalan kali ini terasa amat sangat menyesakkan. Karena aku bahkan ga tahu di mana letak kesalahanku. Sekeras apapun aku memikirkannya, tak satupun jawaban muncul.

Mungkin salah satu kesalahanku adalah membiarkan perasaanku terlibat terlalu jauh. Karena kupikir, aku telah beranjak dewasa sehingga sudah saatnya aku untuk serius dalam melakukan segala sesuatu, termasuk dalam mencintai seseorang.

Temen2 sering ngingetin sih, “Put, kalo suka ama seseorang tuh jangan berlebihan, ntar jadinya malah benci lho…” Tapi aku-nya malah ngeyel. Coz yang ada di otakku hanyalah “aku cinta dia”. Titik. Itu saja, tanpa embel2 lainnya.

Dan aku terpaksa menelan pil pahit akibat tindakanku ini. Jadilah aku seperti sekarang. Hancur lebur.

Tapi ga ada gunanya juga sih menyesali semuanya. Lha wong udah kejadian.

Aku ga peduli siapa yang salah, siapa yang bener. Itu dah ga penting lagi bwtku. Anggep aja semua salahku. Habis perkara.

Seperti kata Mbak Dewi Lestari, “Karena kaulah satu yang kusayang dan tak layak kau didera…”

Ah! Mungkin suatu hari aku akan menemukan orang yang tepat. Seseorang yang mau tertawa bersamaku. Seseorang yang mau ngertiin cara beropikirku yang beda dengan orang kebanyakan. Seseorang yang ga akan bosen makan Nutrijell coklat buatanku. He3x.

Eits! Ternyata Prameks-nya dah nyampe Stasiun Purwosari. Saatnya bwt siap2 turun. Abis itu nyegat bus Atmo trus sampai rumah deh. Saatnya untuk bersenang2 bersama keluarga.

Semoga setelah ini aku bisa melupakanmu.

Karena kutahu aku pasti bisa melupakanmu.

Atau mungkin lebih tepatnya, aku harus bisa melupakanmu.

Let’s move on, Put!

PUTSY’S INFINITE PLAYLIST

Menjelang UTS, begitu banyak masalah justru terjadi. Salah satunya adalah flashdiskQ yang virusan. Semua data berformat .doc berubah jadi .exe. Semua data yang kumaksud adalah tugas2 kuliah, surat2 HI CINE, dan diary-ku. Duh Gusti paringana sabar

Rada sebel sih. Data2 itu kan penting bwtQ. Tapi sudahlah. Mau diapain lagi? Yang terjadi biarlah terjadi. Pasrah bongkokan wae lah. Bukankah selama ini aku dah terlatih bwt pasrah? Flashdisk ilang ya pasrah, HP ilang ya pasrah… Bawaan dari bayi kayaknya, he3x.

Ganti topik ah! Jangan cerita yang sedih2 mulu di blog. Trus cerita apa dunk?

Oh, aku tau! Tentang lagu2 kesukaanQ. Saat ini aku lagi keranjingan dengerin lagu Tiap Senja by Float. Itu tuh OST-nya 3 Hari Untuk Selamanya. Lagu nyeritain tentang cinta yang ga berbalas –> aku banget ga sih?

Hmmm kalo nginget2 film itu jadi inget seseorang… Yeah! Si OYDMI. Gara2 “dia” nyebutin 3 Hari Untuk Selamanya sebagai film favoritnya, aku jadi penasaran trus beli VCD-nya. Setelah ditonton… Hmmm it’s not bad. Bagus banget malah. Bisa jadi ini adalah salah satu film Indonesia terbaik yang pernah kutonton (no.3 setelah Lost In Love dan Cintapucino tentunya, he3x)Terlepas dari akting Ardinia Wirasti yang annoying, ceritanya cukup menginspirasi. Tapi kalo boleh jujur, yang aku suka justru soundtrack-nya. Coz bagus2 sih, apalagi yang bawain Float. Good movie, good songs lah…

Balik ke topik lagu2 kesukaan. Sekarang ini aku lagi bikin kompilasi bwt seorang teman, tak tau lah apakah masih bisa disebut sebagai teman karena hampir satu semester ini kita tak pernah bertegur sapa. Terinspirasi dari film Nick and Norah’s Infinite Playlist. Tapi ga sepenuhnya nyontek film itu coz lagu2 yang mau aku masukin adalah lagu2 persahabatan dari berbagai bahasa. Karena aku masih menganggap dia sahabat dan aku ingin dia tahu itu.Yah walo ada satu dua lagu tentang cinta sih… (tentang cinta ga berbalas tepatnya, he3x). Dan taraat!!! Inilah dia track list-nya…

1. Hirai Ken – Kimi wa Tomodachi (Japan) –> direkomendasikan oleh Meme

2. Big Bang – Oh My Friend (Korea) –> direkomendasikan oleh Davina

3. Incognito – Still A Friend of Mine (UK) –> gara2 sering denger lagu itu sebagai jingle iklan UTY FM, he3x

4. Project Pop – Ingatlah Hari Ini (Indonesia) –> aku sengaja ga masukin Kepompong by Sind3ntosca coz itu dah pasaran banget! Bahkan sekarang dinyanyiin ulang ama Idola Cilik 2. Cape deh!

5. Shaby – Ton Amie (France) –> FYI, Shaby adalah penyanyi cilik asal Prancis yang lebih terkenal dengan hits-nya Plus Pres de Toi (bagi pendengar Prambors sejati pasti tau!)

6. Erreway – Perder Un Amigo (Argentina) –> merupakan salah satu OST Rebelde Way, telenovela favoritQ

7. Eppu Normaali – Tahdon Sut (Finland) –> kenapa harus Finlandia? Coz di salah satu kelas, “dia” concern dengan negara itu. Dan sejak itu, he becomes my Finnish baby, he3x

8. The Cheetah Girls – One World –> walo berbeda2 tapi kita tetap satu, he3x. Bhinneka Tunggal Ika kalee…

9. Float – Setiap Senja (Indonesia) –> satu2nya lagu yang bisa mewakilkan perasaanQ ke “dia” sekarang, campuran antara cinta tak berbalas + super ndablek coz dah tau dia ga cinta ama kamu masih aja dikejar.

10.Tangga – Dari Sisi Aku –> cobalah lihat dari sisi aku, apa kaupahami?

11.Naif  – Air dan Api –> cocok dah mewakili hubungan pertemananku dengan dia sekarang, bagaikan air dan api…

12.Maroon 5 – Nothing Lasts Forever –> hmm… no comment

Lagunya aneh2 ya? Ato bahkan sama sekali belum pernah kalian denger? Wajar sih, mengingat selera musikQ emang aneh. Aku masih kurang sreg dengan lagu2nya nie. So, aku berharap banget ama kalian bwt kasih saran. Lagu apapun asal tentang persahabatan. Tapi kalo bisa dari genre musik yang berbeda, ga cuma pop, rock, ato jazz. Keroncong mungkin? Bisa aja. Dan jangan lagu Indonesia lagi coz dah kebanyakan, ntar bosen dengernya. Okidoki.

DITUNGGU LHO SARANNYA! THANKS ^_^v

MALU-MALUIN

Bukan Putsy namanya kalo ga diiringi dengan beragam keanehan. Bukan cuma selera musik dan selera cowok yang aneh, hobiku juga ikut2an aneh. Kalo anak lain punya hobi yang “normal” semacam nonton TV, maen bola, dll, hobiku justru jauh dari “normal” n malah sering dihindari para mahasiswa coz dianggep sia2 n wasting time. Hobi apakah itu?

Hmmm rada malu bilangnya… Sebenernya hobi baruku tuh adalah… SIT IN!!! Bwt yang belum tau apa itu sit in, aku jelasin secara singkat. Jadi kasarnya sit in itu adalah perbuatan menyusup ke kelas di suatu mata kuliah di mana mata kuliah itu tidak termasuk dalam rencana studi yang kamu ambil. Dan sit in yang aku lakuin ga sekedar menyusup tapi juga ikutan ngerjain quiz (kalo waktu itu ada quiz) dan juga ngerjain tugas (kalo kebetulan dosennya ngasih tugas).

Dan baru aja aku ngalami kejadian buruk berkaitan dengan hobiku ini. Jadi gini ceritanya, hari Senin (6/4) kemaren aku sit in di kelas PSP (Pengantar Studi Perdamaian) yang diampu Mbak DK. Abis males banget ikut kelas Kewarganegaraan (selain itu terbujuk rayuannya Prischa juga sih). Daripada tidur di kosan mending kan sit in. Anggep aja sebagai ajang studi banding. Penasaran juga gimana rasanya ikut kelas PSP yang katanya “menggoncang iman” itu. He3x.

Sampe di kelas, aku sengaja milih bangku agak belakang (Duh, ga aku banget! Aku kan selalu duduk di deret paling depan). Gpp lah. Namanya juga sit in, ga usah terlalu serius lah. Duduk di belakang malah menguntungkan. Kalo aku bosen kan bisa tinggal tidur, ga bakal keliatan dosen deh. Tapi sayang, niatku untuk berkamuflase gagal total coz anak2 jadi pada ribut setelah mengetahui kehadiranku di kelas itu. Ezy dan Amel yang ketawa2, Gie yang ga berhenti nyeletuk, “Dasar penyusup!”, dan Prischa yang senyum2 ga jelas.

Ok, sampai sejauh ini semuanya aman. Ga ada quiz. Ga ada pertanyaan aneh2. Cuma ada penjelasan dari Mbak DK tentang tokoh2 nirkekerasan dari berbagai negara. Fuih! Syukurlah…

Hingga kemudian sampailah kita pada cerita tentang Regina Jose Galindo, seorang tokoh nirkekerasan (katanya sih gitu) dari Guatemala. Ketika Mbak DK nanya, “Apa alasan kalian menganggap Regina bukan tokoh nirkekerasan?” Aku clingak clinguk kanan kiri ga ada satupun anak yang angkat tangan. Padahal tadi ada sekitaran 7 anak yang bilang kalo Regina tuh bukan aktivis nirkekerasan. Ih! Dasar pada cemen semua! Masa’ ngasih pendapat aja ga berani?!

Yawdah, spontan aku angkat tangan. Daripada ga ada yang ngomong kan kasian Mbak DK-nya dicuekin. Dan . Setelah aku ngasih pendapat, tau2 anak2 yang lain jadi pada berani ngomong. Nah, kalo gini kan asyik. Masa’ harus nunggu aku ngomong duluan sih?! (Jadi ge-er sendiri, kesannya aku kayak pioneer n yang lain cuma follower-ku, he3x)

Setelah ketawa2 setan selama beberapa detik, kemudian aku baru inget sesuatu…

Hmmm… Ok, keberadaanku di kelas ini hanya sebagai mahasiswa sit in. Dan mengingat statusku yang cuma mahasiswa sit in, maka seharusnya aku cuma diem n duduk manis selama di kelas.

Lha masalahnya, kenapa tadi aku angkat tangan n ngasih pendapat? Bukankah itu justru membuka kedokku yang sebenernya?

Hwaaa!!! >_< Dodol, dodol, dasar Puput dodol!!!

Kayaknya setelah kejadian ini, aku belum berani bwt ketemu Mbak DK lagi. Huhuhu. Masih malu.

5 DVD YANG KURANG BERUNTUNG

Belakangan ini aku baru menyadari ternyata aku mempunyai satu kebiasaan buruk yang kupelihara selama di Jogja. Tak lain tak bukan adalah beli DVD tapi ga segera ditonton. Emang kalo dipikir2 itu bukanlah suatu kebiasaan buruk yang parah banget bila dibandingkan menumpuk sampah di kamar (bukan aku lho! Itu cuma contoh aja). Sebenernya niatku sih baik (baik apanya?). DVD2 itu bwt stok hiburan kalo ntar aku kesepian n kurang kerjaan selama liburan. Tapi namanya juga niat, kadang2 ga kesampaian. Jadilah DVD2 itu selamanya jadi stok, teronggok di rak bersama koleksi2ku yang lain.

Dan inilah kelima DVD kurang beruntung itu…

Volver, aku beli waktu di Gale. Ori, bo! Waktu itu ada diskonan DVD original jadi iseng2 aku beli. Coz aku tau kalo Volver tuh pernah dapet nominasi Golden Globe gitu deh. Dan ada cerita hantunya, makanya aku penasaran.

The Bodyguard, aku beli waktu di Sunmor. Alasannya simple coz aku tau Meme suka lagu2nya Whitney Houston di film itu. Dan terakhir kali nonton di TV, aku ga nonton sampai kelar. Makanya penasaran gimana ending-nya.

Rachel Getting Married, 7 Pounds, dan Vantage Points aku beli bareng2 Prischa. Gara2 terbujuk promosi “Beli 5 gratis 1”. Makanya aku dan Prischa patungan beli 5 DVD biar bias dapet gratis 1. Weleh2.

Rachel Getting Married aku beli coz aku penasaran ama akting Anne Hathaway di situ. Di review2 film pasti muji2 akting dia. Jujur, aku tuh termasuk salah satu fan Anne Hathaway yang illfeel coz perannnya di Brokeback Mountain. Ga nyangka di bitchy banget di situ.

7 Pounds aku beli coz udah 3 kali aku liat review film ini dan tiga2nya mengulas al yang berbedasatu sama lain. Makanya penasaran film macam apa ini?

Dan Vantage Points aku beli coz pengen aja nonton genre yang berbeda dari yang biasanya aku tonton.

Dari kisahku di atas, aku ngambil kesimpulan kalo aku dah terjebak ama rasa penasaranku sendiri makanya aku jadi kalap beli beberapa DVD langsung.

Ah emang bener kata pepatah, “rasa penasaran itu bisa membunuh seekor kucing…”

Lho emangnya aku kucing??? Entahlah.

UNTUK ABANGKU

untitled

Sungguh sebuah status yang aneh dan sedikit ambigu. Ambigu coz apa yang dimaksud dengan “makanan sipil” dan siapa juga yang dimaksud dengan “seseorang” itu. Tapi spontan aja aku tulis kayak gitu. Abis, menurutku kejadian malam ini bener2 suatu shocking moment.

Jadi gini ceritanya, malam itu, aku n Prischa abis belanja dari Mirota n jalan ke arah Wisma Kagama. Seperti biasa, setiap ke Mirota, aku ga pernah lupa beli Vitapudding (aku ga tau nama tepatnya apa) rasa coklat kesukaanku. Hingga kemudian, kita bertemu seseorang… “seseorang” yang kutulis di status Facebook-ku.

Kenapa aku sebut shocking moment? Karena beberapa detik sebelumnya, aku sempet mikirin dia n bertanya2 dia lagi ngapain ya sekarang. Dan jeder! Tuhan langsung mempertemukan aku dengannya. Siapa yang ga shock kalo ngalamin kayak gitu? Setelah tersadar dari kekagetanku, aku ngeliat gelagat dia, kayaknya dia belum makan deh. Ternyata bener. Ga tega juga, so tanpa ragu2 aku kasihin Vitapudding-ku ke dia (yang kemudian aku sebut sebagai makanan “sipil” itu).

Mungkin kalian bingung ya, kenapa Vitapudding bisa disebut makanan “sipil”? Ga usah bingung. Jadi gini, “seseorang” yang aku maksud itu, setelah ini akan pergi untuk ngelakuin suatu kegiatan berhubungan dengan militer. So, puding yang aku kasih itu bakal jadi barang “sipil” terakhir yang dia terima paling tidak untuk 14 hari ke depan.

Mulai besok pagi, aku ga akan ngeliat dia lagi. Dan besar kemungkinan aku ga akan bisa hubungin dia lewat SMS atopun telpon. Rasanya sungguh menderita coz selama ini dia adalah salah satu orang yang paling sering aku gangguin lewat SMS. Entah itu berupa curhat ga jelas, unek2, olok2an, ato cuma pengen pamer sesuatu.

Hwaaa!!! Kenapa tiba2 aku jadi kangen dia gini sih? Belum juga sehari ditinggal. Abis dia udah aku anggep kayak abangku sendiri. Dia (salah satu) yang selalu jagain aku selama ini. Dan bersikap layaknya kakak ke aku (walo sebenernya dia bahkan lebih muda dari aku). Hiks2 T_T Ga rela berpisah!

Abangku (hweks! agak ga rela nyebut dia gitu), aku hanya bisa berdoa, semoga Allah selalu memberikan perlindungan kepadamu, di manapun kamu berada. Aku tahu saat ini kamu sedang berjuang demi sesuatu yang memang telah lama kamu cita2kan. Amin!

Sampai jumpa 2 minggu lagi! ^_^v Doakan semoga aku bisa bertahan dengan kerinduan ini…

LIVING IN AQUARIUM

Pernahkah membayangkan gimana rasanya jadi ikan di dalam akuarium? Hidup dalam sebuah wadah transparan yang memungkinkan semua orang ngeliat apa yang mereka lakuin. Bahkan kadang orang2 itu bisa mencelupkan tangannyadengan seenaknya untuk mengganggu ikan2 itu. Apakah perasaan ikan2 itu sama seperti yang aku rasain sekarang?

Saat ini aku bener2 merasa hidup dalam akuarium. Di mana semua orang bisa ngeliat hidupku secara bebas. Bahkan mereka bisa aja turut campur di dalamnya.

Semua berawal ketika semua orang tau tentang masalahku dengan “dia”. Dan itu karena Gie yang nyebar2in. Pertama waktu rapat HI CINE. Kedua waktu dia bilang itu ke Davina. Hingga kemudian Davina bilang ke… Aaaarrrggh! Sekarang aku jadi sebel sendiri ama Gie. Ga nyangka ternyata dia tuh orangnya ember. Huh!

Ok, aku sadar semua dah telat. Semua orang telanjur tau tentang masalahku dengan “dia”. Dan aku ga bisa berbuat apa2 untuk mengatasi ini. Tapi aku berharap kalopun mereka tau, ya udah. Sampe situ aja. Ga usah sok2an ikut campur.

Menurutku ini adalah sebuah masalah pribadi yang .seharusnya diselesaikan secara pribadi juga. Tau apa mereka soal masalahku dengan “dia”? Mereka hanya ngeliat apa yang nampak di permukaan. Fakta bahwa aku dan “dia” punya masalah. Itu saja. Tapi apakah mereka tau, gimana kerasnya usahaku untuk mengatasi semua masalah itu sendirian. Dan apakah mereka tau, gimana hancurnya hatiku ketika semua usahaku itu sia2 belaka karena ga respon positif dari “dia”? Yah, mereka emang ga pernah tau. Dan mungkin mereka ga mau tau. Mereka hanya bisa menyalahkan.

Dan aku bener2 benci dengan hal itu. Hidupku ya hidupku. Kalopun ada masalah, setidaknya biarkan aku berusaha menyelesaikannya sendirian. Toh kalopun aku ga sanggup, mau ga mau aku bakal minta tolong temen2 ato siapapun yang bisa bantuin.

BALADA TUMIS KANGKUNG PENUH CINTA

Hola! Akhirnya aku bisa posting lagi. Setelah rehat sekian lama.

Hari ini baru aja aku ngalami pengalaman seru dalam hidupku. Lebay!

Sebenernya tadi aku abis masakin “dia” (ya, bisa juga disebut OYDMI). Emang bukan masakan yang mewah sih. Tumis kangkung+telur puyuh, tempe goreng, n nasi. Ditambah desert-nya puding coklat kesukaanku.

Alasan simpel aja sih sampai aku repot2 masakin dia.

Karena CINTA? O itu pasti. No.1 malah. Bagaimanapun dia cowok yang aku “cinta” sekarang dan untuk beberapa saat ke depan.

Karena KASIAN? Bisa juga sih. Beberapa hari terakhir aku sering liat dia sarapan di kantin. Ga tega aja. Kesannya dia ga kopen (ga terpelihara dengan baik maksudnya). Secara dia punya keluarga di sini tapi kok masih jajan? Aku agak curiga, jangan2 ibunya ga masakin dia sarapan…

Selain itu aku juga terinspirasi dari Prischa yang suka ngasih sangu ke… (he3x kayaknya ga perlu disebut namanya). Kayaknya asyik juga kalo kita ngasih makanan ke gebetan n dia merespon baik dengan menghabiskannya. Cuma dengan denger ucapan “Makasih” dari dia udah bikin aku seneng setengah mati.

Jadi gini kronologinya. Jam 5 pagi bangun. Ngucek2 mata bentar. Turun dari kasur. Trus bengong sejenak.

Setengah jam kemudian, barulah semua nyawa terkumpul. Akupun mulai motong2 kangkung. Dasar kangkungnya kangkung organik. Jadi daunnya kecil2. Perasaan aku beli seiket ukuran sedang tapi abis dipotong2 jadinya cuma seiprit.

Trus pembantaian (maksudnya pemotongan) berlanjut ke bawang putih, bawang merah, dan lombok warna-warni (merah n ijo maksudnya).Nah, pas numis2 Prischa bantuin (kebetulan aku lagi nginep di kosan Prischa). Aku terimakasih banget ama Prischa.Karena dia masakannya bisa sukses (ga keasinan, ga terlalu pedes, n ga acakadul). Untuk nasi, aku beli di Mbak Mini. Biar praktis. Tapi Mbak Mini ngasihnya kebanyakan. Jadi nasinya sebakul tapi tumis kangkung cuma dikit. Sudahlah. Ntar biar “dia “beli lauk tambahan sendiri.

Sampai di kampus, aku nungguin dia. Clingak clinguk tapi ga juga liat batang hidungnya. Dia SMS, ternyata lagi di perpus. Aku tanya, di perpus fisipol? Dia jawab iya.

Dengan semangat 45 menuju ke perpus Fisipol di lantai 3. Ga ada orang. Ih anak itu ke mana sih?! Ga enak juga nie ama Prischa yang dah nemenin naek turun tangga. Hingga kemudian aku telpon dia tapi Prischa yang aku minta tolong bwt ngomong. Takut tersulut emosi kalo ngomong langsung ama “dia”. Ternyata dia emang di perpus tapi di perpus lantai 1. Aaarrrggh!

Semangatku rupanya dah luntur. Berganti jadi kesel. Aku minta tolong Prischa bwt ngasihin bekalnya ke dia. Dan dari jauh, aku liat dia ga mau langsung nrima. Lagi2 dia bawel dengan ngomong panjang lebar ke Prischa.

Ok, it’s enough! Aku sadar usahaku bikin bekal itu adalah suatu ide yang bodoh. Aku sadar aku adalah cewek paling ga berguna di dunia ini. Aku cuma bisa ngrepotin n bikin dia marah. Bahkan untuk ngasih dia bekal aja juga ga pantes

Aku cuma bisa lari ke kampus sambil nahan kesel. Saking keselnya jadi pengen nangis tapi malu juga, coz ada banyak orang.

Terserah lah. Dia mau nganggep aku apa. Lagi2 aku jadi ga peduli. Aku dah “berbaik hati” memperbaiki hubungan kita tapi dianya malah kayak gitu.


Kejadian tadi bener2 bikin aku badmood seharian. Mau ngapa2in males. Bawaannya pengen marah aja. Hingga kemudian kuliah mau dimulai. Dari jauh, aku liat dia datang. Aku pura2 SMS-an ama Meme bwt nyuekin dia. Abis males nanggepin kalo dia mulai bawel lagi. Lebih baik diem daripada terjadi konflik lagi. Tapi ternyata aku salah…


Dia bilang, “Makasih. Tapi porsinya tadi kebanyakan.”

Glek! Dia bilang apa tadi? Makasih? Semoga aku ga salah denger. Tapi sepertinya aku emang ga salah denger.

“O iya. Makasih.”

Dan pembicaraan kita berakhir. Speechless nie. Abis aku ga tau harus jawab apa. Liat mukanya aja ga berani.

Tapi aku sempet liat dua tupperware yang aku kasih. Beberapa jam yang lalu masih penuh nasi, tempe, n sayur kangkung dan sekarang… Taraat! Ludes.

Senangnya… Walo itu bukan berarti pertanda dia suka masakanku tapi aku seneng. Seneng, bangga, terharu, campur aduk deh. Ga tau perasaan kayak gitu harus disebut apa. Yah setidaknya usaha normalisasi hubungan diplomatik dengan “dia” melalui bantuan pangan berhasil dengan baik.

Duh, kayaknya abis ini ga bisa tidur nie. Bakal terus mikirin kejadian ini. Hahahaha.

RAPOR NRK

Hurray!!! Akhirnya aku dapet rapor NRK!!!

Lho kok baru sekarang??? Basi banget. Perasaan dah dari jaman kapan, kenapa baru dibahas sekarang?

Gini ceritanya, gara2 minggu kemaren ga masuk, aku jadi belum dapet rapor. Kata Prischa, minta aja ke tutor masing-masing. Pas tanya ke Kak Indah (tutor NRK-ku) katanya dibawa Mbak DK. Trus ada juga yang bilang dibawa Kak Dedek. Duh, malangnya nasibku T_T terkatung-katung seperti ini.

Sempet ngiri coz temen2 dah dapet duluan n mereka dengan asyiknya membahas rapor masing-masing. Tinggallah aku yang ‘cengoh’ sendirian, ga tau apa2 tentang rapor NRK-ku. Huhuhu.

Tapi penderitaanku ga berjalan lama kok. Akhirnya Rabu kemaren (24/12), Kak Dedek ngasihin rapor itu ke aku. Asyik!

Aku baca satu2 apa aja tertulis di situ. Pertama, ada daftar konsep2 NRK yang udah aku kuasai. Alhamdulillah jumlahnya lumayan banyak (sekitar 100-an lebih). Itu artinya aku ga bego bego amat dalam bidang konsep.

Nah, yang kedua, ada tulisan seperti ini:

“As can be inferred from her log, Ms. Pratiwi has potentials to become a problem solving negotiator.”

Bentar, akan ku coba untuk mencerna kalimat ini.
Kalo ga salah, berdasarkan dari Negotiator’s Log-nya, seseorang bernama Ms.Pratiwi (yeah, it’s me!!!) mempunyai potensi untuk menjadi seorang negosiator yang problem solving.

Hwaaa!!! Aku ga nyangka diriku seKEREN itu. Ho3x (narsis banget sih?!)

Tapi kalo dipikir-pikir, emang tiap kali ngelakuin negosiasi aku sering banget pake taktik bridging ato kompensasi non spesifik yang notabene emang taktik2 bwt ngarahin negosiasi agar jadi problem solving.

Oya, melanjutkan ke-narsis-an yang udah telanjur diungkit2 di awal, aku pengen pamer sesuatu nie ke kalian. Tadaaa… Pin Negotiator of the Week!!! Pin ini bisa dibilang limited edition coz cuma beberapa anak doang yang dapet. Tentunya yang pernah dapet gelar Negotiator of the Week antara lain Ipeh, Vitya, Vita, Maysa, Kak Udit, Kak Fariz, dan salah satunya tentunya adalah AKU. Ho3x.

negosiatorNote: gambar ini diambil diam2 pake kamera laptopnya Prischa.


Tapi ada satu kesalahan teknis yang bikin aku sebel. Kenapa tulisan Negotiator-nya salah? Masa’ di situ ditulisnya Negosiator? Huhuhu. Kan jadi ambigu itu bahasa Inggris ato Indonesia.

APAKAH AKU GA BENER2 SAYANG DIA???

Semua berawal ketika aku jaga stand konsumsi Latina Fiesta kemaren bareng Amel. Trus aku pun curhat ke Amel soal “orang yang dah mati itu” (OYDMI) secara OYDMI kan temen deketnya Amel. Aku bilang kalo sekarang aku ga bisa tahan kalo deket2 dia. Setiap kali jarak kami kurang dari 2 meter, aku langsung pergi nyingkir. Contohnya pas kelas Perpol minggu kemaren. Dia naruh tas dua bangku di sebelahku dan sedetik kemudian aku langsung lari ke bangkunya Nessa di depan. Entahlah, tiba2 jadi eneg aja kalo ada dia.

Amel tanya, kenapa aku jadi begitu BENCI orang itu padahal sebulan yang lalu masih SANGAT SANGAT CINTA . Aku pun bilang kalo aku benci OYDMI coz dia dah boongin aku. Dia bilang dia ga suka (naksir) ‘cewek itu’ tapi kenapa sekarang dia ngingkarin kata2nya sendiri. Walopun sebenernya aku ga tau apakah si OYDMI beneran suka ama ‘cewek itu’ tapi perbuatan dia yang mengambil foto ‘cewek itu’ secara candid (sampai 2x malah) bikin aku sakit hati dan mutusin buat give up ama dia.

Lalu Amel pun mengatakan kata2 yang cukup menohokku. “Kayaknya kamu ga bener2 sayang dia deh. Kamu baru tahap cinta dia.”

Glek! Kok bisa? Selama ini kukira aku bener2 sayang ama dia. Apakah perasaanku se-cethek itu hingga cuma dianggep ‘cinta’?

Akupun berpikir ulang, apa aja yang udah aku lakuin.

Coba aku daftar.

- Hapal semua email dia, no HP dia, kapan ultah dia, nama bapak ibunya, dll.

- Selalu merhatiin gerak gerik dia di kelas maupun di luar.

- Nganggep dia cowok tercakep sedunia.

- Coba cari semua yang dia suka. Mulai dari film, musik, makanan,dll. Dan mencoba menyukai semua itu.

- Menganggap dia segalanya.

- Berpikir tak bisa hidup tanpanya.

- Nangisin dia 4x dalam sebulan.

- Sering sakit karena mikirin dia.

- Dan lebih banyak hal bodoh lainnya yang ga usah disebutin.

Apakah itu belum bisa dikategorikan sebagai sayang? ENTAHLAH.

Yang jelas sekarang aku ga peduli lagi coz BUAT APA COBA MIKIRIN ORANG UDAH MATI? Sia-sia belaka.

LIBUR = LEMBUR

Kamu seperti hantu.

Slalu menghantuiku.

Di manapun aku berada,

kau jadi bagian hidupku.

Potongan lagu “Kosong” yang dinyanyiin Dewa itu bener2 ngungkapin perasaanku sekarang. Abis,aku ngerasa kayak dihantui nih.

Eits! Jangan salah sangka dulu. Yang menghantuiku bukanlah seorang cowok (dan jelas bukan seorang cewek apalagi seorang banci) Tetapi tak lain adalah tugas-tugas kuliahan yang seabrek. Tiap kali ada satu tugas yang kelar dikerjain, tau2 dosen ngasih tugas lagi yang tak kalah banyak n tak kalah beratnya. Kalo ngutip kata2 Prischa, “Habis satu tumbuh seribu.” Huhuhu.

Walopun sekarang aku lagi liburan Idul Adha tapi tetep aja membawa tugas2 itu bwt dikerjain di rumah. Sampai2 ibuku bilang, “Kamu tuh liburan tapi kok mukanya sedih kayak gitu?” Ya namanya juga dikejar2 tugas seabrek gimana ga sedih, bu. Huhuhu.

Ok, aku akan berusaha mendata tugas apa aja yang harus aku kerjain. Kira2 sbb:

1. Makalah paper Perpol (tema: Malaysia – Lebanon)

Deadline : Minggu 7/12

Sebenernya presentasinya baru ntar hari Selasa (9/12) tapi berhubung sekarang lagi liburan Idul Adha jadi aku harus nyelesaiin bagianku sekarang trus dikirim lewat e-mail bwt di-compile nanti sore.

2. Kuis KPI

Deadline : Rabu 10/12

Kuis yang cukup mengerikan. Sebelum menjawab, kita diharuskan baca sebuah file pdf 25 halaman dan artikel berbahasa Inggris setebal 15-an halaman. Busyet dah! Mas Hanafi, kenapa kamu begitu tega?!!

3. Review bab 9&10 Carnevelle &Pruitt (tugas pengganti coz ga ikut tutorial NRK 1x)

Deadline : sebenernya dah dari minggu lalu, he3x. Tapi gara2 aku-nya males jadinya sampai sekarang belum bikin.

Gara2 itu, sekarang jadi malu kalo tiap kali ketemu Kak Indah (tutor NRK-ku.red). Agak males ngerjain tugas ini. Tapi kalo ga ngerjain, gimana gitu. Tutorial kan nyumbang 30% nilai NRK. Sayang bwt dilewatkan. Ntar deh, aku pikir2 lagi mau ngerjain ato ga.

4. Revisi abstraksi paper Amerika Latin

Deadline : Jumat 12/12

US Military Aid dan Implikasinya terhadap Pengambilan Kebijakan Luar Negeri di Kosta Rika. Kalimatnya agak ‘serem’ ya (coz tata bahasanya acakadul banget, he3x). Itu judul paper akhirQ loh bwt kelas Polpem Amerika Latin.

Untuk revisi ini masih rancu coz kata Mas Riza hari itu kelas Amerika Latin bakal kedatangan tamu dari Deplu, Pak Jefri. Beliau ini (katanya) yang nemenin SBY waktu keliling2 Amerika Latin. Wow keren! Walopun begitu, kayaknya aku tetep harus merevisi abstraksi deh. Coz kemarin pas paper clinic, rumusan masalahQ agak melenceng ke arah politik luar negeri-nya. Padahal tau sendiri kan jelas2 mata kuliah ini bernama ‘Politik & Pemerintahan Amerika Latin’ bukannya Politik Luar Negeri Amerika Latin. Ho3x.

5. Belajar ecotourism (EPI)

Salah satu tugas yang pengen aku lupain aja tapi ga bisa. Gimana bisa lupa, tiap ketemu Ridho pasti selalu diingetin suruh baca2. Sebenernya aku dah baca2 beberapa bahan ecotourism yang dikasih dia tapi tetep aja masih dodol. Padahal aku disuruh ama dia bikin analisis lagi.

Apa lagi ya? Kayaknya masih banyak deh. Mungkin gara2 saking banyaknya itulah aku sampai lupa. Yang jelas masih ada 1 tugas tambahan yaitu ngurus surat ijin minjem ruang Multimedia bwt pemutaran HI CINE besok Kamis. Itu berarti aku harus siap sedia bwt ngejar2 Pak Dafri, Pak Nanang n Pak Hari. Huhuhu.

Rasanya pengen mati suri selama beberapa hari trus pas siuman tau2 semua tugas dah kelar. Koya banget ya. Tapi kalo dikejar2 tugas gini, bukan ga mungkin kalo aku bisa mati suri beneran. Mati suri di taman… He3x