Pernahkah membayangkan gimana rasanya jadi ikan di dalam akuarium? Hidup dalam sebuah wadah transparan yang memungkinkan semua orang ngeliat apa yang mereka lakuin. Bahkan kadang orang2 itu bisa mencelupkan tangannyadengan seenaknya untuk mengganggu ikan2 itu. Apakah perasaan ikan2 itu sama seperti yang aku rasain sekarang?
Saat ini aku bener2 merasa hidup dalam akuarium. Di mana semua orang bisa ngeliat hidupku secara bebas. Bahkan mereka bisa aja turut campur di dalamnya.
Semua berawal ketika semua orang tau tentang masalahku dengan “dia”. Dan itu karena Gie yang nyebar2in. Pertama waktu rapat HI CINE. Kedua waktu dia bilang itu ke Davina. Hingga kemudian Davina bilang ke… Aaaarrrggh! Sekarang aku jadi sebel sendiri ama Gie. Ga nyangka ternyata dia tuh orangnya ember. Huh!
Ok, aku sadar semua dah telat. Semua orang telanjur tau tentang masalahku dengan “dia”. Dan aku ga bisa berbuat apa2 untuk mengatasi ini. Tapi aku berharap kalopun mereka tau, ya udah. Sampe situ aja. Ga usah sok2an ikut campur.
Menurutku ini adalah sebuah masalah pribadi yang .seharusnya diselesaikan secara pribadi juga. Tau apa mereka soal masalahku dengan “dia”? Mereka hanya ngeliat apa yang nampak di permukaan. Fakta bahwa aku dan “dia” punya masalah. Itu saja. Tapi apakah mereka tau, gimana kerasnya usahaku untuk mengatasi semua masalah itu sendirian. Dan apakah mereka tau, gimana hancurnya hatiku ketika semua usahaku itu sia2 belaka karena ga respon positif dari “dia”? Yah, mereka emang ga pernah tau. Dan mungkin mereka ga mau tau. Mereka hanya bisa menyalahkan.
Dan aku bener2 benci dengan hal itu. Hidupku ya hidupku. Kalopun ada masalah, setidaknya biarkan aku berusaha menyelesaikannya sendirian. Toh kalopun aku ga sanggup, mau ga mau aku bakal minta tolong temen2 ato siapapun yang bisa bantuin.
DIarsipkan di bawah: My complicated life, Saya sedang marah!









